Senin, 04 Februari 2013

macam-macam sengatan biota laut


ULAR LAUT
Serangan dari ular laut sesungguhnya jarang terjadi. Sesuai sifat hewan itu, pada umumnya tidak akan menyerang kalau mereka tidak merasa terganggu atau terprovokasi. Namun jika digigit oleh ular laut, akan mengalami gejala berupa kekakuan anggota tubuh, rasa sakit dan kontraksi otot yang disertai kelemahan.
Kelumpuhan otot bisa menjalar ke badan dan mengakibatkan kesukaran bernafas, akibatnya korban sering panik dan bertindak kurang wajar.

Pengobatan :

Memasang ligatur lebar atau balutan diantara tubuh dengan luka gigitan, dan keluarkan bisa dari luka dengan mencuci luka dengan cairan. Penyayatan luka agar terjadi pendarahan juga dianjurkan. Korban diminta untuk tenang dan diistirahatkan, mungkin juga diperlukan nafas mulut ke mulut dan pengurutan jantung.
Anti bisa hanya bisa diberikan sesuai petunjuk dokter.

Pencegahan

Memakai pakaian selam, karena ular laut taringnya pendek dan tidak bisa menembus pakaian selam.
Tidak panik jika bertemu ular laut. Jika ular tersebut sudah melilit di kaki. Bersikap tenang dan diam sambil membiarkan ular itu lewat saja.
UBUR UBUR
Sea Wasp merupakan ubur ubur yang berbahaya. Jika tersentuh dengannya akan mengakibatkan sengatan yang berbisa. Rasa sakit akan segera terasa, bahkan bisa membuat penyelam panik. Kadang kala luka bekas sengatan ubur ubur akan meninggalkan cacat ( berbekas ).
Pengobatan :
Tuangkan spiritus atau cairan yang mengandung alcohol – bisa juga minuman keras, after shave dsb ) atau diberi vinegar – cuka – ditempat sengatan untuk menghilangkan nematokis yang beracun. Larutan ammonia atau soda kue dapat juga menolong.
Cungkil atau kerok satu arah daerah gigitan dengan pisau tumpul untuk membuang sungut atau tentakel ( duri ) dan keringkan dengan garam, gula, debu, pasir dan sebagainya.
Ligatur yang lebar atau balutan bisa dipasang untuk melokalisir luka ini.
Untuk menghilangkan rasa sakit bisa diberikan obat penghilang rasa sakit dan dioleskan salep anestetik. Setelah rasa sakitnya hilang, bisa dioleskan salep antibiotik untuk mengurangi reaksi radang.

CONE SHELL ( KERANG LAUT )

Di laut juga terdapat kerang berwarna warni. Semuanya harus diperlakukan dengan hati hati dan tidak memegang dengan tangan telanjang. Bagian penyengat dari hewan yang hidup dalam kerang dapat mencapai setiap permukaan badannya.
Akan terjadi perasaan tebal dan tertusuk tusuk yang menyebar dari daerah sengatan. Ini juga dapat mengakibatkan kelumpuhan pernafasan, yang berakibat kegagalan jantung atau berhentinya pernafasan.

Pengobatan :

Gejala ini dapat menetap selama 6 jam, dan jika korban tidak mati karena kelumpuhan otot pernafasan dalam jangka waktu tersebut, maka korban pasti akan sembuh. Oleh sebab itu bantuan pernafasan – nafas buatan – harus dilakukan minimal selama 6 jam.
Dasar pengobatan adalah membatasi penyebaran racun dalam darah dengan memasang ligatur antara tubuh dan luka pada anggota tubuh, serta melakukan sayatan di daerah luka untuk mengeluarkan bisa ( racun ).
Selain pernafasan mulut ke mulut juga bisa dilakukan pengurutan jantung korban sampai sembuh secara sempurna.

Gurita Cincin Biru ( Blue ringed Octopus )
Binatang kecil ini terdapat dicelah celah karang, dan jika ia merasa terganggu akan mengeluarkan cincin berwarnba biru pada permukaan badannya. Luka gigitan biasanya tidak sakit dan kecil. Namun jika dibiarkan akan menyebabkan bisa ( racun ) akan menyebar ke dalam tubuh dan mengakibatkan kelumpuhan yang bisa berujung pada berhentinya bernafasan.
Pengobatan:
Pertolongan dengan nafas buatan selama 6 – 12 jam. Pemasangan turniket lebar dan sayatan diatas luka harus segera dilakukan setelah tempat gigitan ditemukan. Sebaiknya korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang terdekat.
Pencegahan :
Jangan memegang binatang ini.
Stonefish ( Ikan Batu )
Ikan yang menyamar dengan koral atau lingkungan sekitarnya dapat menyuntikan bisa melalui tulang belakangnya yang keras sehingga menembus kulit korban.
Gejalanya merupakan rasa nyeri yang hebat dengan adanya peradangan pada jaringan yang berdekatan, dan kadang kadang bisa terjadi gejala yang lebih hebat berupa shock, gangguan pernafasan, dan koma.
Pengobatan:
Semua sengatan ikan /hewan laut harus diperlakukan sama, yakni memasang ligatur lebar dan rasa sakit dikurangi dengan menyuntikan anestetikum lokal pada kulit di sekitar luka. Bila tidak ada, rendamlah anggota tubuh yang terluka dengan air panas ( 45 C ) selama 30 menit untuk mengurangi rasa sakit dan meringankan gejala dengan menghancurkan racun.

Pencegahan:

Jangan memegang ikan ini dan gunakan sepatu dengan alas yang tebal dan kuat pada daerah yang terkenal banyak ikan ini.

sumber : http://dunialaut.com/?p=392

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan mengirim /menulis pesan yg baik dan dengan kata-kata yg sopan jika menulis pesan yg tidak baik terpaksa kami harus menghapus pesan anda